Friday, 23 January 2015

Petzie is just lucky, I guess..

Yo, what's up? This is me again, cuddling with keyboard and laptop coz outside is raining.. all day. Since morning when we wake up til night time. Whew.. Lovely day, yes, but for me who is going to Japan in two days, I have to be careful not to get any cold, and that's why my friend, the rain is not really a friend of mine this time..

So, now is the date of 23 January 2015, it's less than a week that i will be going to Japan.. with my fiancee. Man, all I've ever wished for, actually in my grasp.. waiting for me to grab it on.

Want to know the story? So here goes..


Thursday, 8 January 2015

The Start of Something Called "Happiness"

Hi, it's been a while since I last updated my page. So, everything is okay now, I am still alive (somehow), and have been trying to keep myself busy. Busy of what, you say? Busy of things that is not important but is crucial in my life. What would that be?

Tuesday, 25 November 2014

A Chat Turns Into An Article

Source: Kompas.com - News / Megapolitan

Gadis Tionghoa: Ahok Bodoh kayak Naruto!

Kamis, 13 November 2014 | 15:14 WIB
Kompas.com/Kurnia Sari Aziza
Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Sabtu (8/11/2014).
Catatan Kaki Jodhi Yudono
Pagi tadi, saya menyapa beberapa kawan melalui BlackBerry Messenger (BBM). Hampir semuanya menjawab sehat, kecuali satu orang yang menjawab sedang galau.
Petzie, begitu biasa saya memanggilnya. Nama lengkapnya Petricia Yuvita, gadis keturunan Tionghoa berusia 26 tahun dan berprofesi sebagai penulis lepas. Dia terlahir dari keluarga yang mapan, kuliah di universitas bergengsi di Jakarta, pernah jadi mayoret saat jadi siswa, kerap meluangkan waktu di kafe, dan sesekali memajang fotonya sehabis jalan-jalan ke luar negeri.
Pagi itu, Petzie mengatakan kegalauannya karena Ahok belum juga diangkat menjadi gubernur. Maka dari itu, mulailah kami memperbincangkan Plt Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang sedang menunggu pelantikan sebagai gubernur resmi DKI Jakarta itu.
Dari perbincangan kami, terasa betul betapa Petzie kagum dengan keberanian Ahok. Ya, ya... Ahok memang bukan yang pertama dan satu-satunya dari etnis Tionghoa yang memiliki keberanian menegakkan kebenaran. Jauh sebelum Ahok muncul, sudah ada Soe Hok Gie, Arief Budiman, Kwik Kian Gie, Alvin Lie, dan para pemberani lainnya. Namun, harus diakui, Ahok memang istimewa dibandingkan dengan lainnya. Dia bukan cuma pemberani, melainkan dia juga seorang pejabat yang tegas menghadapi koleganya yang korup dan juga warganya yang menentang keberadaan dirinya sebagai seorang Tionghoa yang beragama minoritas.
Terakhir, dia mengaku bahwa dirinya adalah gubernur pertama yang berani menunjukkan sikapnya yang ingin membubarkan FPI. Ahok bukan cuma berani kepada FPI, melainkan juga berani kepada siapa saja, termasuk menteri yang menurutnya berpikir tidak logis.
Lantaran keberaniannya itulah, menurut Petzie, pelantikannya jadi terhambat. Petzie mengatakan, ada kekuatan besar di balik FPI yang sengaja hendak menggagalkan pelantikan Ahok sebagai gubernur.
Namun, meski Ahok berani, jujur, tegas, tetapi mengapa Petzie menuduh lelaki kelahiran Manggar, Belitung Timur, 29 Juni 1966, itu sebagai "si bodoh" yang kayak Naruto, tokoh dalam sebuah film animasi? Ikuti perbincangan saya dengan Petzie berikut ini.
Dok. Petricia YuvitaPetricia Yuvita